Senin, 09 April 2012

TUGAS 7 MANAJEMEN PENJUALAN

BAB 1
JENIS MEDIA
PENDAHULUAN

Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.
Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah memiliki ketergantungan dan kebutuhan terhadap media massa yang lebih tinggi daripada masyarakat dengan tingkat ekonomi tinggi karena pilihan mereka yang terbatas. Masyarakat dengan tingkat ekonomi lebih tinggi memiliki lebih banyak pilihan dan akses banyak media massa, termasuk bertanya langsung pada sumber atau ahli dibandingkan mengandalkan informasi yang mereka dapat dari media massa tertentu.









BAB II
JENIS MEDIA
ISI

Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.
Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah memiliki ketergantungan dan kebutuhan terhadap media massa yang lebih tinggi daripada masyarakat dengan tingkat ekonomi tinggi karena pilihan mereka yang terbatas. Masyarakat dengan tingkat ekonomi lebih tinggi memiliki lebih banyak pilihan dan akses banyak media massa, termasuk bertanya langsung pada sumber atau ahli dibandingkan mengandalkan informasi yang mereka dapat dari media massa tertentu.

Pengertian Pers menurut para ahli
• Menurut UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers
Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.
• Menurut Oemar Seno Adji
1. Pers dalam arti sempit, yaitu penyiaran-penyiaran pikiran, gagasan, atau berita-berita dengan kata tertulis
2. Pers dalam arti luas, yaitu memasukkan di dalamnya semua media mass communications yang memancarkan pikiran dan perasaan seseorang baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan lisan.
• Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia
Pers berarti:
1. alat cetak untuk mencetak buku atau surat kabar
2. alat untuk menjepit atau memadatkan
3. surat kabar dan majalah yang berisi berita
4. orang yang bekerja di bidang persurat kabaran.
• Menurut Kustadi Suhandang
Pers adalah seni atau ketrampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya.
Jenis-jenis media massa
Media massa tradisional
Media massa tradisional adalah media massa dengan otoritas dan memiliki organisasi yang jelas sebagai media massa. Secara tradisional media massa digolongkan sebagai berikut: surat kabar, majalah, radio, televisi, film (layar lebar). Dalam jenis media ini terdapat ciri-ciri seperti:
1. Informasi dari lingkungan diseleksi, diterjemahkan dan didistribusikan
2. Media massa menjadi perantara dan mengirim informasinya melalui saluran tertentu.
3. Penerima pesan tidak pasif dan merupakan bagian dari masyarakat dan menyeleksi informasi yang mereka terima.
4. Interaksi antara sumber berita dan penerima sedikit.
Media massa modern
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan telepon selular. Dalam jenis media ini terdapat ciri-ciri seperti:
1. Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui SMS atau internet misalnya)
2. Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual
3. Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu
4. Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam
5. Penerima yang menentukan waktu interaksi
Fungsi Pers
• Sebagai pelaku Media Informasi
Pers itu memberi dan menyediakan informasi tentang peristiwa yang terjadi kepada masyarakat, dan masyarakat membeli surat kabar karena memerlukan informasi.
• Fungsi Pendidikan
Pers itu sebagi sarana pendidikan massa (mass Education), pers memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya.
• Fungsi Hiburan
Pers juga memuat hal-hal yang bersifat hiburan untuk mengimbangi berita-berita berat (hard news) dan artikel-artikel yang berbobot. Berbentuk cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, teka-teki silang, pojok, dan karikatur.
• Fungsi Kontrol Sosial
Fungsi ini terkandung makna demokratis yang didalamnya terdapat unsur-unsur sebagai berikut:
1. Social participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan)
2. Social responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat)
3. Social support (dukungan rakyat terhadap pemerintah)
4. Social control (kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah)
• Sebagai Lembaga Ekonomi
Pers adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang pers dapat memamfaatkan keadaan di sekiktarnya sebagai nilai jual sehingga pers sebagai lembaga sosial dapat memperoleh keuntungan maksimal dari hasil prodduksinya untuk kelangsungan hidup lembaga pers itu sendiri.
Pengaruh media massa pada budaya
Menurut Karl Erik Rosengren pengaruh media cukup kompleks, dampak bisa dilihat dari:
1. skala kecil (individu) dan luas (masyarakat)
2. kecepatannya, yaitu cepat (dalam hitungan jam dan hari) dan lambat (puluhan tahun/ abad) dampak itu terjadi.
Pengaruh media bisa ditelusuri dari fungsi komunikasi massa, Harold Laswell pada artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan model sederhana yang sering dikutip untuk model komunikasi hingga sekarang, yaitu :
1. Siapa (who)
2. Pesannya apa (says what)
3. Saluran yang digunakan (in what channel)
4. Kepada siapa (to whom)
5. Apa dampaknya (with what effect)
Model ini adalah garis besar dari elemen-elemen dasar komunikasi. Dari model tersebut, Laswell mengidentifikasi tiga dari keempat fungsi media.


Fungsi-fungsi media massa pada budaya
1. Fungsi pengawasan (surveillance), penyediaan informasi tentang lingkungan.
2. Fungsi penghubungan (correlation), dimana terjadi penyajian pilihan solusi untuk suatu masalah.
3. Fungsi pentransferan budaya (transmission), adanya sosialisasi dan pendidikan.
4. Fungsi hiburan (entertainment) yang diperkenalkan oleh Charles Wright yang mengembangkan model Laswell dengan memperkenalkan model dua belas kategori dan daftar fungsi. Pada model ini Charles Wright menambahkan fungsi hiburan. Wright juga membedakan antara fungsi positif (fungsi) dan fungsi negatif (disfungsi).














BAB III
JENIS MEDIA
KESIMPULAN

Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan telepon selular.










BAB IV
REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Media_massa

TUGAS 6 MANAJEMEN PENJUALAN

BAB I
EFEKTIFITAS PERUSAHAAN
PENDAHULUAN

Mobile advertising adalah layanan iklan yang menggunakan media mobile phone (handphone). Di abad 21 ini handphone merupakan alat yang tidak terpisahkan bagi kehidupan manusia, bahkan sudah menjadi sebuah barang kebutuhan yang harus di bawa-bawa pemiliknya kapanpun dan dimanapun. Penggunaannya yang dapat dibawa kemana-mana membuat interaksi manusia dengan handphone lebih banyak dibandingkan dengan televisi, radio, komputer, dan laptop. Pengguna handphone di seluruh dunia mencapai 4,6 miliar[1]. Bandingkan dengan pengguna internet yang jumlahnya baru mencapai 1,9 miliar[2], pengguna handphone masih jauh lebih besar jumlahnya.

Di Indonesia animo mobile advertising ini masih belum tergarap dengan baik dengan 120 juta penduduk yang telah menggunakan handphone, seharusnya mobile advertising ini menjadi bisnis yang sangat potensial, tetapi penyedia layanan dan konten mobile advertising masih ragu-ragu untuk menginvestasikan iklannya di media ini dibandingkan dengan di media iklan konvensional seperti televisi.[3]







BAB II
EFEKTIFITAS PERIKLANAN
ISI
Mobile advertising adalah layanan iklan yang menggunakan media mobile phone (handphone). Di abad 21 ini handphone merupakan alat yang tidak terpisahkan bagi kehidupan manusia, bahkan sudah menjadi sebuah barang kebutuhan yang harus di bawa-bawa pemiliknya kapanpun dan dimanapun. Penggunaannya yang dapat dibawa kemana-mana membuat interaksi manusia dengan handphone lebih banyak dibandingkan dengan televisi, radio, komputer, dan laptop. Pengguna handphone di seluruh dunia mencapai 4,6 miliar[1]. Bandingkan dengan pengguna internet yang jumlahnya baru mencapai 1,9 miliar[2], pengguna handphone masih jauh lebih besar jumlahnya. Di Indonesia animo mobile advertising ini masih belum tergarap dengan baik dengan 120 juta penduduk yang telah menggunakan handphone, seharusnya mobile advertising ini menjadi bisnis yang sangat potensial, tetapi penyedia layanan dan konten mobile advertising masih ragu-ragu untuk menginvestasikan iklannya di media ini dibandingkan dengan di media iklan konvensional seperti televisi.[3]

Konsep Narrowcasting
Mobile advertising dapat memanfaatkan teknologi GPS (global Positioning System) untuk mengetahui perilaku spasial konsumen yang ditujunya.[4] Contohnya seberapa sering setiap minggunya ia mengunjungi toko yang menjual peralatan memancing, memberikan informasi yang sangat berguna bagi para pengiklan untuk mengirimkan iklannya ke handphone orang yang bersangkutan. Mobile advertising menawarkan efektifitas dan efisiensi dalam beriklan dengan sangat baik. Inilah yang disebut dengan konsep Narrowcasting dalam beriklan di media handphone, yang berarti mobile advertising tersebut menjangkau orang-orang yang spesifik dengan hasil yang lebih efektif dan dengan cost yang relatif lebih sedikit.
Perbandingan dengan Broadcasting
Broadcasting dalam hal beriklan di media konvensional seperti televisi membutuhkan biaya yang jauh lebih besar karena menjadi konsumsi publik secara keseluruhan tanpa memandang kebutuhan seseorang. Broadcasting memiliki kelebihan dalam hal pembentukan brand awareness, tetapi dalam hal keefektifan cost yang dikeluarkan oleh perusahaan, dan juga break even point yang diberikan setelah beriklan tidaklah secepat Narrowcasting yang menjangkau orang-orang yang memang membutuhkan suatu barang/jasa yang ditawarkan.
Tipe-Tipe Mobile advertising
Mobile advertising memiliki beberapa bentuk, diantaranya yaitu SMS, MMS, Banner Ads, Mobile Video Ads, Mobile Games Ads, dan Jingle before Voice Mail.
SMS
mobile advertising jenis ini memang sangat mudah dilakukan, tetapi orang-orang mulai mengabaikan SMS ads apabila terjadinya spamming. SMS ini bisa sangat efektif dan efisien penggunaannya apabila dikirim ke orang yang tepat. Dengan memperhatikan pola spasial dan orang yang dikirimi ads jenis ini memang merupakan subscriber dari layanan mobile advertising maka outcome yang besar bisa dicapai. Kurang interaktif merupakan ciri dari iklan dalam bentuk SMS ini, karena hanya berisi tulisan-tulisan. Sekarang ini banyak para pengiklan menggunakan software pengirim SMS massal untuk penghematan biaya sekaligus memperbanyak kuantitas.
MMS
advertising menggunakan layanan MMS memiliki tampilan yang lebih atraktif, bisa menggunakan gambar, gambar bergerak, maupun video sehingga orang lebih tertarik untuk melihatnya.
Banner Ads
saat kita membuka situs internet vis handphone, advertising banner seringkali muncul di atas ataupun di bawah layar handphone. Banner tersebut memiliki link yang mengarahkan ke website pengiklan.
Mobile Video Ads
menggunakan situs video sharing yang dapat diakses di handphone seperti youtube pada mobile phone, semakin tinggi rating video, maka harga yang dipatok semakin mahal, hal ini dapat dilihat dari banyaknya orang yang telah menonton video tersebut. bentuk lain dari mobile video ads adalah mengunggah iklan langsung ke media video sharing.




Mobile Games Ads
games dalam handphone merupakan elemen entertainment yang tidak terpisahkan dari sebuah handphone. Orang-orang yang memiliki banyak kesibukan pasti menginginkan sebuah hiburan kecil untuk menyegarkan pikirannya. Mobile games ads bekerjasama dengan pengiklan, pengiklan memberikan modal dengan kontraprestasi tertentu, misalnya logo perusahaannya dimasukan ke dalam games. Bisa juga dibuat trial games terlebih dahulu, setelah mendapat respon yang bagus dan banyak orang yang mengunduh games tersebut baru dibuatkan versi berbayarnya yang menawarkan keseruan lebih dari versi trial-nya.
Jingle before Voice Mail
penyedia layanan iklan memanfaatkan layanan voice mail menjadi media beriklan. Jingle yang berisi iklan di play saat layanan voice mail digunakan beberapa detik sebelum kita dapat merekam pesan.














BAB III
EFEKTIFITAS PERIKLANAN
KESIMPULAN

Mobile advertising dapat memanfaatkan teknologi GPS (global Positioning System) untuk mengetahui perilaku spasial konsumen yang ditujunya.[4] Contohnya seberapa sering setiap minggunya ia mengunjungi toko yang menjual peralatan memancing, memberikan informasi yang sangat berguna bagi para pengiklan untuk mengirimkan iklannya ke handphone orang yang bersangkutan. Mobile advertising menawarkan efektifitas dan efisiensi dalam beriklan dengan sangat baik. Inilah yang disebut dengan konsep Narrowcasting dalam beriklan di media handphone, yang berarti mobile advertising tersebut menjangkau orang-orang yang spesifik dengan hasil yang lebih efektif dan dengan cost yang relatif lebih sedikit.









BAB IV
REFERENSI


http://id.wikipedia.org/wiki/Mobile_advertising

TUGAS 5 MANAJEMEN PENJUALAN

BAB 1
ANGGARAN PERIKLANAN
PENDAHULUAN

Biaya periklanan termasuk jenis biaya yang sepenuhnya dapat dikendalikan. Anggaran periklanan merupakan sarana untuk menentukan dan mengendalikan biaya dan membaginya dengan bijak di antara departemen, jajaran, atau layanan.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai berbagai metode yang dapat kita gunakan (persentase penjualan atau keuntungan, unit penjualan, tujuan dan tugas) untuk dapat dengan cerdas menyusun sebuah anggaran periklanan dan memberikan cara-cara yang tepat untuk menerapkan jumlah anggaran demi mendapatkan efek yang Anda inginkan.

Jika Anda bertujuan untuk meningkatkan penjualan, hampir pasti Anda harus beriklan. Namun, bagaimana Anda harus mengalokasikan setiap rupiah Anda? Bagaimana Anda yakin biaya periklanan tidak keluar sia-sia? Anggaran iklan membantu Anda menentukan seberapa besar Anda harus membelanjakan dan membantu pelaksanaan rencana mengenai bagaimana Anda akan membelanjakan uang Anda.

Jarang sekali ditemui apa yang ingin Anda investasikan dalam periklanan akan sama dengan apa yang Anda dapat biayai. Membelanjakan terlalu banyak dana akan menjadi sebuah pemborosan tetapi menghabiskan terlalu sedikit juga sama buruknya bagi perusahaan karena kehilangan penjualan dan tidak terekspos kepada khalayak ramai. Biaya harus dihubungkan dengan hasil. Anda harus bersiap untuk mengevaluasi tujuan-tujuan Anda dan menaksir kemampuan Anda sendiri - sebuah anggaran akan membantu Anda untuk menentukan hal ini lebih lanjut.

Anggaran Anda akan membantu Anda memilih dan menaksir jumlah iklan dan pemilihan waktu tayang iklan. Anggaran juga memungkinkan Anda untuk menggunakannya sebagai latar belakang dalam perencanaan di tahun mendatang.




BAB II
ANGGARAN PERIKLANAN
ISI
Menentukan seberapa banyak uang yang harus Anda habiskan untuk mendorong pertumbuhan jumlah penjualan dan bagaimana jumlah penjualan tersebut harus dialokasikan memang sepenuhnya terserah di tangan kita, pemilik sekaligus pengelola usaha.

Biaya periklanan termasuk jenis biaya yang sepenuhnya dapat dikendalikan. Anggaran periklanan merupakan sarana untuk menentukan dan mengendalikan biaya dan membaginya dengan bijak di antara departemen, jajaran, atau layanan.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai berbagai metode yang dapat kita gunakan (persentase penjualan atau keuntungan, unit penjualan, tujuan dan tugas) untuk dapat dengan cerdas menyusun sebuah anggaran periklanan dan memberikan cara-cara yang tepat untuk menerapkan jumlah anggaran demi mendapatkan efek yang Anda inginkan.

Jika Anda bertujuan untuk meningkatkan penjualan, hampir pasti Anda harus beriklan. Namun, bagaimana Anda harus mengalokasikan setiap rupiah Anda? Bagaimana Anda yakin biaya periklanan tidak keluar sia-sia? Anggaran iklan membantu Anda menentukan seberapa besar Anda harus membelanjakan dan membantu pelaksanaan rencana mengenai bagaimana Anda akan membelanjakan uang Anda.

Jarang sekali ditemui apa yang ingin Anda investasikan dalam periklanan akan sama dengan apa yang Anda dapat biayai. Membelanjakan terlalu banyak dana akan menjadi sebuah pemborosan tetapi menghabiskan terlalu sedikit juga sama buruknya bagi perusahaan karena kehilangan penjualan dan tidak terekspos kepada khalayak ramai. Biaya harus dihubungkan dengan hasil. Anda harus bersiap untuk mengevaluasi tujuan-tujuan Anda dan menaksir kemampuan Anda sendiri - sebuah anggaran akan membantu Anda untuk menentukan hal ini lebih lanjut.

Anggaran Anda akan membantu Anda memilih dan menaksir jumlah iklan dan pemilihan waktu tayang iklan. Anggaran juga memungkinkan Anda untuk menggunakannya sebagai latar belakang dalam perencanaan di tahun mendatang.




Metode-metode yang Digunakan dalam Menyusun Anggaran Iklan

Setiap cara yang digunakan untuk menyusun sebuah anggaran iklan memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Tidak ada metode yang sempurna untuk semua jenis usaha, begitu juga jika beberapa metode tersebut digabungkan, tidak akan menjamin menutup kelemahan yang ada.

Dalam uraian berikut, beberapa konsep tradisional mengenai anggaran telah digabungkan menjadi tiga metode dasar:

1. Persentase penjualan atau keuntungan
2. Unit penjualan
3. Tujuan dan pekerjaan

Anda harus memutuskan metode mana yang akan digunakan dengan penuh kehati-hatian dan pertimbangan.

Persentase Penjualan atau Keuntungan
Metode yang paling banyak digunakan dalam menyusun sebuah anggaran iklan ialah dengan menggunakan persentase penjualan sebagai pijakan. Serupa dengan biaya usaha lain misalnya biaya tenaga kerja, iklan juga sebuah biaya usaha sehingga seyogyanya dihubungkan dengan kuantitas barang yang terjual.

Metode persentase penjualan ini mencegah beberapa masalah yang dapat timbul akibat penggunaan keuntungan sebagai pijakan. Misalnya, apabila keuntungan dalam suatu periode sedang menurun, mungkin bukan merupakan kesalahan penjualan atau periklanan. Namun, jika Anda terjebak dengan angka persentase yang sama, Anda dengan sendirinya akan mengurangi jatah iklan. Tidak bisa berlaku sebaliknya: 2% dari $10.000 jauh lebih kecil dari 2% dari $15.000. Pemotongan anggaran semacam itu, jika keuntungan menurun karena sebab lainnya, mungkin juga akan menimbulkan kerugian lebih besar dalam penjualan dan keuntungan. Pada gilirannya ini akan menimbulkan pengurangan lebih lanjut dalam investasi iklan dan sebagainya.

Dalam jangka pendek, pemilik sebuah usaha mungkin dapat menaikkan keuntungan dengan mengurangi biaya iklan tetapi tetapi kebijakan semacam itu justru bisa mendorong memburuknya inti usaha. Dengan menggunakan metode persentase penjualan, Anda dapat mempertahankan iklan Anda dalam relasi konsisten dengan volume penjualan karena justru inilah yang harus menjadi fokus iklan. Margin kotor terutama dalam jangka panjang harus juga menunjukkan kenaikan jika biaya-biaya iklan dengan tepat diterapkan.



Berapa Persen?
Anda dapat memandu angka persentase penjualan pilihan Anda dengan cara menemukan apa yang usaha-usaha lainnya dalam ceruk Anda sedang lakukan. Persentase ini secara relatif konsisten berada dalam kategori usaha tertentu.

Cukup mudah menemukan rasio biaya iklan dibandingkan dengan penjualan dalam jajaran Anda. Telusurilah asosiasi dan majalah dagang. Anda juga dapat menemukan persentase ini dalam laporan sensus dan laporan internal layanan pendapatan dan dalam laporan yang diterbitkan oleh badan yang berwenang dalam bidang keuangan.

Dengan mengetahui berapa rasio yang diterapkan untuk industri Anda, Anda akan terbantu dalam memastikan bahwa Anda akan membelanjakan secara proporsional sebanyak atau bahkan melebihi para pesaing Anda. Namun patut diingat angka rata-rata industri ini bukan harga mati. Situasi Anda yang berbeda dan khas mungkin membuat Anda harus mengadakan penyesuaian, bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari pesaing. Mungkin angka rata-rata ini tidak cukup baik bagi Anda. Anda boleh saja menghendaki untuk beriklan melebihi pesaing dan rela memangkas keuntungan jangka pendek untuk itu. Pertumbuhan membutuhkan investasi.

Tidak seorang pemilik usaha pun yang akan membiarkan metode apapun membelenggunya. Menggunakan metode persentase penjualan cukup membantu karena cepat dan mudah. Metode itu memastikan bahwa anggaran iklan Anda tidak melanggar proporsi usaha Anda. Ini merupakan metode yang kokoh untuk usaha yang stabil. Namun jika Anda menghendaki untuk memperluas jangkauan pasar Anda, Anda akan harus menggunakan sebuah persentase penjualan yang lebih besar daripada rata-rata industri.

Penjualan yang Mana? (Anggaran Iklan Bisnis)
Anggaran iklan Anda dapat ditentukan sebagai persentase penjualan yang lalu, penjualan mendatang, atau sebagai gabungan keduanya:
1. Penjualan yang lalu. Dasar pijakan Anda bisa berupa penjualan tahun lalu atau rata-rata dari beberapa tahun terakhir. Namun, pertimbangkan bahwa perubahan dalam ekonomi juga dapat membuat angka tersebut menjadi terlalu tinggi atau bahkan rendah.
2. Proyeksi penjualan mendatang. Anda dapat menghitung anggaran iklan sebagai persentase penjualan yang diharapkan untuk tahun depan. Kesalahan yang paling umum dari metode ini adalah asumsi optimitis bahwa usaha Anda akan berlanjut dan berkembang. Anda harus senantiasa mengetahui perkembangan bisnis secara umum, terutama jika ada peluang terjadinya kemunduran resesi, dan taksir secara rasional dan praktis arah perkembangan industri dan operasionalisasi Anda.



3. Penjualan yang lalu dan proyeksi penjualan mendatang. Titik tengah antara penilaian konservatif yang sering dilaksanakan berdasarkan penjualan tahun yang lalu dan penilaian tahun berikutnya yang biasanya terlampau optimis adalah dengan menggabungkan keduanya. Ini merupakan sebuah metode yang lebih realistis selama periode terjadi perubahan keadaan ekonomi. Hal ini memungkinkan untuk menganalisis tren dan hasil secara seksama dan memprediksi dengan janji kepastian akan keakuratan.

Unit Penjualan
Dalam metode unit penjualan, Anda mengesampingkan sebuah jumlah yang telah ditentukan untuk setiap produk yang dijual, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan dagang tentang seberapa banyak iklan yang dibutuhkan untuk menjual setiap unitnya. Misalnya, jika dibutuhkan iklan seharga Rp. 1.000,00 untuk dapat menjual sebuah barang dan Anda ingin menjual 100.000 barang, maka Anda harus mengeluarkan biaya sebesar 100 juta Rupiah untuk mengiklankannya. Dengan ini Anda hanya cukup menggunakan unit penjualan sebagai dasar penentuan anggaran iklan Anda.

Beberapa orang menganggap metode ini hanya sebagai sebuah variasi persentase penjualan. Namun, metode unit penjualan ini memberikan Anda taksiran yang lebih mendekati apa yang harus Anda rencanakan untuk dibelanjakan agar dapat mencapai hasil maksimal karena metode ini berdasarkan pada apa yang dialami secara nyata. Di sini persentase keseluruhan perkiraan penjualan kotor tidak terlalu penting tetapi yang penting ialah unit yang sebenarnya.

Metode unit penjualan sangat berguna dalam hal-hal di mana jumlah produk yang tersedia dibatasi oleh faktor-faktor luar, seperti efek cuaca pada hasil panen. Jika itu terjadi pada usaha Anda, pertama-tama Anda perkirakan berapa banyak unit yang tersedia untuk Anda. Kemudian Anda hanya mengiklankan sebanyak apa yang pengalaman Anda telah tunjukkan untuk dapat menjual barang-barang itu. Sehingga bila Anda memiliki ide yang cukup bagus sebelumnya mengenai berapa banyak unit yang tersedia, Anda harus mempunyai sisa minimal dalam biaya iklan Anda.

Metode ini juga ditujukan untuk barang-barang khusus seperti mesin cuci dan mobil. Namun, sulit untuk menerapkannya saat Anda memiliki berbagai macam produk untuk diiklankan dan harus berbagi iklan dengan produk lainnya. Metode unit penjualan tidak begitu bermanfaat dalam pasar yang sporadic dan tak beraturan atau bagi barang dagangan yang bergaya.




Tujuan dan Tugas
Metode yang paling sulit untuk menentukan anggaran iklan ialah pendekatan tujuan dan tugas. Namun, ini adalah metode yang paling baik dan akurat dalam memenuhi tuntutan pembuatan sebuah anggaran yang ideal:
1. Berhubungan dengan pemberian tugas pemasaran untuk diselesaikan.
2. Berhubungan dengan pemberian iklan dalam keadaan biasa dan dalam jangka panjang terhadap volume penjualan, sehingga keuntungan dan tabungan tidak akan berkurang.
Untuk menyusun anggaran dengan metode ini, Anda membutuhkan program pemasaran yang terkoordinasi dengan tujuan khusus berdasarkan pada survei yang mendalam mengenai pasar dan potensi Anda.

Sementara metode persentase penjualan atau keuntungan pertama kalinya menentukan berapa banyak Anda akan membelanjakan apa yang Ana harus lakukan untuk mencapai tujuan. Hanya lalu Anda lakukan perhitungan biayanya.

Anda harus menentukan tujuan khusus: tidak hanya “mendorong penjualan”, tetapi misalnya, “Jual 25% lebih produk X atau jasa Y dengan menarik usaha anak muda.” Kemudian tentukan media apa yang paling baik dalam mencapai sasaran pasar Anda dan memperkirakan seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk memublikasikan jumlah dan jenis iklan yang Anda pikir akan dibutuhkan untuk dapat mendorong penjualan. Anda mengulangi proses ini untuk setiap tujuan. Saat Anda menjumlah semua biaya ini, Anda akan memiliki anggaran yang terproyeksi.

Tentu saja, Anda bisa saja mendapati ternyata biaya yang harus dikeluarkan untuk iklan lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Namun, tentu kembali lagi harus diteliti apa saja tujuan Anda beriklan.

Bagaimana Mengalokasikan Anggaran Iklan
Setelah Anda tentukan anggaran iklan Anda, Anda harus tentukan juga bagaimana Anda akan mengalokasikan uang jatah iklan Anda. Pertama-tama, Anda harus putuskan jika Anda akan melakukan iklan promosi saja atau iklan institusi.

Setelah Anda menyingkirkan sejumlah uang untuk membangun citra (jika itu adalah rencana Anda untuk tahun itu), Anda dapat mengalokasikan iklan promosi dengan beberapa cara. Di antara cara pembagian yang paling umum ditemukan ialah:




1. Anggaran departemen: Metode yang paling umum digunakan ialah persen penjualan. Departemen atau kategori produk dengan volume penjualan terbesar menerima bagian terbanyak dalam anggaran. Dalam suatu usaha kecil atau saat jangkauan barang terbatas, persentase yang sama dapat digunakan secara keseluruhan. Jika sebaliknya, aturan yang baik ialah menggunakan angka industri rata-rata untuk tiap produk. Dengan membagi anggaran berdasarkan departemen atau produk, barang-barang yang membutuhkan lebih banyak promosi untuk merangsang penjualan akan mendapatkan alokasi dana iklan yang dibutuhkan. Anggaran Anda dapat dibagi lebih lanjut menjadi jajaran produk dagangan individu.
2. Anggaran keseluruhan: Anggaran total Anda mungkin merupakan hasil dari anggaran produk atau anggaran departemen yang terintegrasi. Jika usaha Anda telah menetapkan sebuah batas atas untuk persentase biaya iklan, kemudian anggaran deprtemen Anda bisa dipangkas dengan didasarkan pada persentase penjualan yang berbeda di tiap daerah. Dalam usaha kecil, anggaran keseluruhan mungkin hanya satu-satunya yang disusun. Namun, anggaran itu juga harus dibagi menjadi klasifikasi barang dagangan untuk penjadwalan.
3. Periode kalender: Sebagian besar eksekutif usaha kecil biasanya merencanakan iklan mereka dalam periode bulanan bahkan mingguan. bahkan jika Anggaran Anda ditujukan untuk perencanaan dengan jangka yang lebih panjang, seharusnya dihitung untuk periode-periode yang lebih pendek karena akan memberikan Anda lebih banyak kendali. Kadang Anda ingin menyesuaikan alokasi iklan dalam beberapa bulan penjualan yang lebih padat sehingga Anda dapat meningkatkan anggaran dari beberapa periode yang lebih sepi aktivitas. Namun, hal ini harus dilaksanakan jika Anda memiliki alasan yang kuat (seperti saat tren penjualan pesaing Anda berbeda secara signifikan dari milik Anda) untuk meyakinkan bahwa sebuah perubahan dalam penentuan waktu iklan Anda dapat meningkatkan penjualan secara perlahan.
4. Media: Jumlah iklan yang Anda tempatkan dalam tiap medium iklan - seperti surat langsung, koran, radio - seyogyanya ditentukan oleh pengalaman yang telah lalu, kesabaran industri, serta gagasan dari ahli media. Umumnya cukup bijak untuk menggunakan jenis media yang serupa dengan yang digunakan pesaing. Itulah bagaimana konsumen potensial Anda akan menoleh dan mendengarkan Anda.
5. Daerah penjualan: Anda bisa membelanjakan uang iklan Anda di tempat yang menjadi asal konsumen potensial Anda. Atau Anda dapat menggunakan mereka untuk merangsang daerah penjualan yang baru. Teruskan juga untuk beriklan di daerah yang sudah diakrabi sebelumnya. Umumnya akan lebih mahal untuk mengembangkan pasar baru daripada mempertahankan pasar yang sudah diraih.

Gabungan dari beberapa metode ini bisa juga digunakan dalam pembentukan dan alokasi anggaran iklan Anda. Semuanya atau hanya satu metode dibutuhkan untuk memenuhi tujuan beriklan Anda. Bagaimanapun Anda memutuskan untuk merencanakan anggaran Anda, Anda harus membuatnya lentur, dan dapat disesuaikan dengan perubahan di pasar.

Lamanya perencanaan dan periode anggaran bergantung pada sifat usaha Anda, misalnya pengenalan produk baru, barang khusus di media setempat, atau keadaan persaingan yang tidak diharapkan.

Waspadalah terhadap kegiatan pesaing di sepanjang waktu. Jangan hanya meniru pesaing Anda mentah-mentah tetapi analisis bagaimana tindakan mereka dapat mempengaruhi usaha Anda dan bersiaplah untuk mengantisipasi itu.

Memulai
Anggaran pertama Anda akan menjadi yang paling sulit untuk dikembangkan tetapi akan menjadi pantas untuk diperjuangkan. Anggaran akan membantu Anda menganalisis hasil iklan. Saat berada dalam tahun bisnis berikutnya, Anda akan memiliki landasan yang lebih faktual untuk menyusun anggaran daripada sebelumnya. Rencana Anda akan menjadi lebih efektif dengan disertai setiap anggaran yang Anda kembangkan. (*/AP)


















BAB III
ANGGARAN PERIKLANAN
KESIMPULAN

Anggaran iklan Anda dapat ditentukan sebagai persentase penjualan yang lalu, penjualan mendatang, atau sebagai gabungan keduanya:

1. Penjualan yang lalu. Dasar pijakan Anda bisa berupa penjualan tahun lalu atau rata-rata dari beberapa tahun terakhir. Namun, pertimbangkan bahwa perubahan dalam ekonomi juga dapat membuat angka tersebut menjadi terlalu tinggi atau bahkan rendah.

2. Proyeksi penjualan mendatang. Anda dapat menghitung anggaran iklan sebagai persentase penjualan yang diharapkan untuk tahun depan. Kesalahan yang paling umum dari metode ini adalah asumsi optimitis bahwa usaha Anda akan berlanjut dan berkembang. Anda harus senantiasa mengetahui perkembangan bisnis secara umum, terutama jika ada peluang terjadinya kemunduran resesi, dan taksir secara rasional dan praktis arah perkembangan industri dan operasionalisasi Anda.









BAB IV
REFERENSI

http://www.ciputraentrepreneurship.com/bina-usaha/47-memulai-bisnis/3561-merencanakan-anggaran-iklan-anda.html

Minggu, 01 April 2012

TUGAS 4 MANAJEMEN PENJUALAN

BAB I
PROFESIONALISME
PENDAHULUAN


Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya ter¬dapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional.[1] Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).[2]









BAB II
PROFESIONALISME
ISI

Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya ter¬dapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional.[1] Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).[2]
Ciri-ciri profesionalisme
Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Kualiti profesionalisme didokong oleh ciri-ciri sebagai berikut[3]:
1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal.
Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan “piawai ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.
2. Meningkatkan dan memelihara imej profesion
Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai-bagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.
3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.
4. Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion
Profesionalisme ditandai dengan kualiti darjat rasa bangga akan profesion yang dipegangnya. Dalam hal ini diharapkan agar seseorang itu memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesionnya.
BAB III
PROFESIONALISME
KESIMPULAN

Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai-bagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.



















BAB IV
REFERENSI


http://ms.wikipedia.org/wiki/Profesionalisme

TUGAS 3 MANAJEMEN PENJUALAN

BAB I
NEGOSIASI
PENDAHULUAN

Negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak - pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan.[1] Menurut kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi formal.[2]
Negosiasi merupakan suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama dan kompetisi.[3]Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu.[3] Contoh kasus mengenai negosiasi, seperti Christopher Columbus meyakinkan Ratu Elizabeth untuk membiayai ekspedisinya saat Inggris dalam perang besar yang memakan banyak biaya[4] atau sengketa Pulau Sipadan-Ligitan - pulau yang berada di perbatasa Indonesia dengan Malaysia - antara Indonesia dengan Malaysia[5]






BAB II
NEGOSIASI
ISI

Negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak - pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan.[1] Menurut kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi formal.[2]
Negosiasi merupakan suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama dan kompetisi.[3]Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu.[3] Contoh kasus mengenai negosiasi, seperti Christopher Columbus meyakinkan Ratu Elizabeth untuk membiayai ekspedisinya saat Inggris dalam perang besar yang memakan banyak biaya[4] atau sengketa Pulau Sipadan-Ligitan - pulau yang berada di perbatasa Indonesia dengan Malaysia - antara Indonesia dengan Malaysia[5]

Negosiasi dan lobi
Dalam advokasi terdapat dua bentuk, yaitu formal dan informal. Bentuk formalnya,negosiasi sedangkan bentuk informalnya disebut lobi.[6] Proses lobi tidak terikat oleh waktu dan tempat, serta dapat dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu panjang sedangkan negosiasi tidak, negosiasi terikat oleh waktu dan tempat.[6]
Kemampuan-kemampuan dasar bernegosiasi
Faktor yang paling berpengaruh dalam negosiasi adalah filosofi yang menginformasikan bahwa masing-masing pihak yang terlibat.[7] Ini adalah kesepakatan dasar kita bahwa "semua orang menang", filsafat ini menjadi dasar setiap negosiasi.[7] Kunci untuk mengembangkan filsafat supaya "semua orang menang" adalah dengan mempertimbangkan setiap aspek negosiasi dari sudut pandang pada pihak lain dan pihak negosiator.[7]



Keterampilan - keterampilan dasar
Berikut ini, adalah keterampilan -keterampilan dasar dalam bernegosiasi :[8]
1. Ketajaman pikiran / kelihaian
2. Sabar
3. Kemampuan beradaptasi
4. Daya tahan
5. Kemampuan bersosialisasi
6. Konsentrasi
7. Kemampuan berartikulasi
8. Memiliki selera humor

Taktik - taktik umum digunakan
Taktik memiliki beberapa tujuan. Taktik akan membantu untuk melihat permasalahan sebenarnya yang sedang diperdebatkan di meja perundingan.[9] Taktik juga dapat menguraikan kemandekan.[9] Dan, dapat membantu untuk melihat dan melindungi diri dari kebohongona negosiator.[9] Berikut ini, sembilan strategi negosiasi yang dapat digunakan dan dihindari :[9][10]

• Mengeryit ( The Wince )
Taktik ini dikenal juga dengan istilah Terkejut ( Flinch ) merupakan reaksi negatif terhadap tawaran seseorang. Dengan kata lain, bertindak terkejut saat negosiasi yang diadakan pihak negosiator berjalan dengan keinginan pihak lain.
• Berdiam ( The Silence )
Jika Anda tidak menyukai apa kata seseorang, atau jika Anda baru saja membuat tawaran dan Anda sedang menunggu jawaban, diam bisa menjadi pilihan terbaik Anda. Kebanyakan orang tidak bisa bertahan dalam kesunyian panjang ( " Dead Air Time" ). Mereka menjadi tidak nyaman jika tidak ada percakapan untuk mengisi kekosongan antara Anda dan pihak lain. Biasanya, pihak lain akan merespon dengan konsesi atau memberikan kelonggaran.
• Ikan Haring Merah ( Red Herring )
Istilah ini diambil dari kompetisi tua di Inggris, Berburu Rubah ( Fox Hunting Competition ). Dalam kompetisi ini, tim lawan akan menyeret dan membaui jejak rubah ke arah lain dengan ikan. Sehingga, anjing lawan akan terkecoh dan kehilangan jejak. Sama halnya saat negosiator membawa "ikan amis" atau isu lain ke meja perundingan untuk mengalihkan perhatian dari isu utama bahasan.
• Kelakuan Menghina ( Outrageous Behaviour )
Segala bentuk perilaku - biasanya dianggap kurang bermoral dan tidak dapat diterima oleh lingkungan- dengan tujuan memaksa pihak lain untuk setuju. Seperti pihak manajemen muak dengan tuntutan yang dianggap tidak masuk akal dan terpaksa menandatangi kontrak dengan air mata kemudian membuangnya secara ganas dan dramatis seolah - olah diliput oleh media. Tujuan dari taktik ini adalah untuk menggertak orang - orang yang terlibat dalam negosiasi.
• Yang Tertulis ( The Written Word )
Adalah persyaratan ditulis dalam perjanjian yang tidak dapat diganggu gugat. Perjanjian, sewa guna usaha ( leasing ), atau harga di atas pahatan batu dan sekarang di kertas ( uang ) adalah contoh - contoh Yang Tertulis.

• Pertukaran ( The Trade-off )
Taktik ini digunakan untuk tawar - menawar. Pertukaran hanya menawarkan konsesi, sampai semua pihak setuju dengan syarat - syarat. Sebenarnya, taktik ini dipakai untuk kompromi.
• Ultimatum ( The Ultimatum )
Penggunaan ultimatum kadang-kadang ( seldom ) efektif sebagai taktik pembuka dalam negosiasi. Namun, suatu saat dalam sebuah negosiasi yang panjang saat Anda merasa Anda perlu menggunakan taktik ini.
• Berjalan Keluar ( Walking Out )
Pada beberapa situasi, berjalan keluar dapat digunakan sebagai strategi untuk memberikan tekanan pada pihak lain.
• Kemampuan untuk Mengatakan "Tidak" ( The Ability to Say "No" )
Sebuah taktik memepang peran sangat penting dalam segala macam strategi negosiasi dan cara menyampaikannya secara tepat. Pertama dan paling dasar untuk mempelajari taktik ini adalah bahwa apa pun bila mengatakan 'tidak' secara langsung, diterjemahkan oleh pihak lain sebagai 'ya'.




BAB III
NEGOSIASI
KESIMPULAN

Negosiasi merupakan suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama dan kompetisi.[3]Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu.[3] Contoh kasus mengenai negosiasi, seperti Christopher Columbus meyakinkan Ratu Elizabeth untuk membiayai ekspedisinya saat Inggris dalam perang besar yang memakan banyak biaya[4] atau sengketa Pulau Sipadan-Ligitan - pulau yang berada di perbatasa Indonesia dengan Malaysia - antara Indonesia dengan Malaysia[5]











BAB IV
NEGOSIASI
REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Negosiasi

TUGAS 2 MANAJEMEN PENJUALAN

BAB 1
TUJUAN DAN STATEGI PENJUALAN
PENDAHULUAN


Penjualan adalah aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui pedagang perantara ke konsumen. Definisi lain menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu/kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut.














BAB II
TUJUAN DAN STATEGI PENJUALAN
ISI


Penjualan adalah aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui pedagang perantara ke konsumen. Definisi lain menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu/kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut.
Kegiatan-kegiatan dalam usaha pemasaran tidak hanya kegiatan memindahkan barang /jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen saja dengan sistem penjualan, tetapi banyak kegiatan lain yang juga dijalankan dalam kegiatan pemasaran. Penjualan hanyalah salah satu dari berbagai fungsi pemasaran. Apabila pemasar melakukan pekerjaan dengan baik untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk dan menetapkan harga yang tepat, mendistribusikan dan mempromosikannya secara efektif, maka akan sangat mudah menjual barang-barang tersebut.















Konsep-konsep inti penjualan dapat ditunjukkan dalam gambar berikut ini :



Gambar 5.1. Konsep-konsep Inti Penjualan
Konsep paling pokok yang melandasi penjualan adalah kebutuhan manusia. Dengan adanya perkembangan jaman, kebutuhan berkembang menjadi suatu keinginan mengkonsumsi suatu produk dengan ciri khas tertentu. Munculnya keinginan akan menciptakan permintaan spesifik terhadap suatu jenis produk. Seseorang dalam menentukan keputusan pembelian akan mempertimbangkan nilai dan kepuasan yang akan didapat dari mengkonsumsi suatu produk. Apabila konsumen yakin akan nilai dan kepuasan yang akan didapat, maka konsumen akan melalukan pertukaran dan transaksi juall beli barang dan jasa. Hal inilah yang mendasari terjadinya pasar.








Tujuan sistem penjualan :
Secara umum, tujuan sistem penjualan adalah sebagai berikut :
 Memaksimumkan konsumsi
 Memaksimumkan utilitas (kepuasan) konsumsi
 Memaksimumkan pilihan
 Memaksimumkan mutu hidup
Kualitas, kuantitas, ketersediaan, harga, lingkungan






























BAB III
TUJUAN DAN STRATEGI PENJUALAN
KESIMPULAN



Konsep-konsep inti penjualan dapat ditunjukkan dalam gambar berikut ini :



Gambar 5.1. Konsep-konsep Inti Penjualan
Konsep paling pokok yang melandasi penjualan adalah kebutuhan manusia. Dengan adanya perkembangan jaman, kebutuhan berkembang menjadi suatu keinginan mengkonsumsi suatu produk dengan ciri khas tertentu. Munculnya keinginan akan menciptakan permintaan spesifik terhadap suatu jenis produk. Seseorang dalam menentukan keputusan pembelian akan mempertimbangkan nilai dan kepuasan yang akan didapat dari mengkonsumsi suatu produk.
BAB 1
REKRUTMEN TENAGA PENJUALAN
PENDAHULUAN


Dalam suatu perusahaan dagang biasanya kemajuan perusahaan juga ditentukan oleh para tenaga penjualannya.Sedangkan masih banyak tenaga penjualan yang kurang kompeten,dan untuk mengayasi masalah tersebut adalah dengan dimulai dari manager pemasarannya.Seorang manager pemsaran harus mengerti fungsi pokok dari manajemen penjualan yaitu perencanaan,pegorganisasian dan pengendalian.













BAB II
REKRUTMEN TENAGA PENJUALAN
ISI

Dalam suatu perusahaan dagang biasanya kemajuan perusahaan juga ditentukan oleh para tenaga penjualannya.Sedangkan masih banyak tenaga penjualan yang kurang kompeten,dan untuk mengayasi masalah tersebut adalah dengan dimulai dari manager pemasarannya.Seorang manager pemsaran harus mengerti fungsi pokok dari manajemen penjualan yaitu perencanaan,pegorganisasian dan pengendalian.
selain itu ia harus bisa memilih mana tenaga penjualan yang kompeten dan mana yang tidak.Itu bisa dilakukan saat rekrutmen tenaga penjualan baru.Sedangkan untuk tenega penjualan yang lama tetapi kurang kompeten bisa dilakukan pelatihan pelatihan pada tenaga penjualan.Pelatihan tersebut mesti dilakukan dengan baik dfan terorganisasi.Pelatihan dimulai dari perencanaan pelatihan.menyusun program pelatihan dan melakukan pengevaluasian pelatihan.
dengan dilakukan pelatihan terhadap tenaga penjualan yang kurang kompetan diharapkan tenaga penjualan tersebut bisamenjadi lebih bermutu dan dapat memajukan perusahaan tersebut.





BAB III
REKRUTMEN TENAGA PENJUALAN
KESIMPULAN


dengan dilakukan pelatihan terhadap tenaga penjualan yang kurang kompetan diharapkan tenaga penjualan tersebut bisamenjadi lebih bermutu dan dapat memajukan perusahaan tersebut.
selain itu ia harus bisa memilih mana tenaga penjualan yang kompeten dan mana yang tidak.Itu bisa dilakukan saat rekrutmen tenaga penjualan baru.Sedangkan untuk tenega penjualan yang lama tetapi kurang kompeten bisa dilakukan pelatihan pelatihan pada tenaga penjualan.Pelatihan tersebut mesti dilakukan dengan baik dfan terorganisasi.Pelatihan dimulai dari perencanaan pelatihan.menyusun program pelatihan dan melakukan pengevaluasian pelatihan.








BAB IV
REKRUTMEN TENAGA PENJUALAN
REFERENSI

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/mengatasi-tenaga-penjualan-yang-kurang-kompeten/